Pendampingan Dalam Penguatan Moderasi Beragama Dan Kerukunan Antarumat Di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan

Authors

  • Moh. Mofid Institut Agama Islam Sunan Kalijogo
  • Hufron Institut Agama Islam Sunan Kalijogo
  • Gatut Setiadi Institut Agama Islam Sunan Kalijogo
  • Zizi Nurhikmah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo
  • Mohammad Zainal Hamdy Institut Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

DOI:

https://doi.org/10.51339/khidmatuna.v6i2.4435

Keywords:

Moderasi Beragama, Kerukunan Umat, Toleransi

Abstract

Permasalahan masyarakat di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan muncul dari keragaman agama Islam, Hindu, dan Kristen yang selama ini harmonis, namun menghadapi tantangan perubahan sosial, arus informasi digital, serta masuknya paham keagamaan transnasional yang berpotensi memicu kesalahpahaman jika tidak dikelola melalui komunikasi inklusif dan literasi keagamaan yang memadai. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah memperkuat pemahaman moderasi beragama melalui nilai tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal, sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa perbedaan keyakinan merupakan kekayaan sosial yang perlu dirawat dengan dialog, empati, serta kolaborasi lintas komunitas demi ketahanan sosial desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek kegiatan. Tahapan meliputi identifikasi masalah bersama tokoh agama dan warga, perencanaan program edukasi, pelaksanaan sosialisasi dan dialog lintas agama, serta refleksi dan evaluasi partisipatif. Kegiatan diwujudkan melalui seminar interaktif, diskusi kelompok terarah, kerja bakti lintas iman, penanaman pohon, dan kegiatan budaya desa. Pendekatan komunikasi partisipatif dipilih agar warga terlibat aktif, berbagi pengalaman, membangun kepercayaan, serta merumuskan komitmen bersama menjaga kerukunan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran hidup damai, keterbukaan terhadap perbedaan, serta partisipasi warga dalam aktivitas sosial lintas agama. Muncul pula inisiatif pembentukan forum komunikasi antarumat beragama tingkat desa sebagai wadah berkelanjutan untuk memelihara dialog, mencegah konflik, dan menguatkan solidaritas masyarakat, sekaligus mendorong tokoh lokal menjadi agen moderasi yang konsisten menanamkan nilai harmoni sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, A. “Tantangan Moderasi Beragama di Era Digital.” Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial 5, no. 2 (2021): 112–125.

Hefner, Robert W. Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. Princeton, NJ: Princeton University Press, 2020.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, 2019.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Roadmap Moderasi Beragama 2020–2024. Jakarta: Kemenag RI, 2021.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Laporan Nasional Moderasi Beragama 2022. Jakarta: Kemenag RI, 2022.

Putnam, Robert D. Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster, 2000.

Rahim, A. “Moderasi Beragama dalam Konteks Keindonesiaan.” Jurnal Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius 20, no. 1 (2021): 45–60.

Shihab, M. Quraish. Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama. Tangerang: Lentera Hati, 2019.

Tim Penyusun Kementerian Agama. Panduan Implementasi Moderasi Beragama di Lingkungan Pendidikan. Jakarta: Kemenag RI, 2022.

Wahid, Abdurrahman. Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Institute, 2018.

Downloads

Published

31-01-2026

How to Cite

Moh. Mofid, Hufron, Gatut Setiadi, Zizi Nurhikmah, and Mohammad Zainal Hamdy. “Pendampingan Dalam Penguatan Moderasi Beragama Dan Kerukunan Antarumat Di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan”. Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 6, no. 2 (January 31, 2026): 304–319. Accessed February 28, 2026. https://ejournal.iaiskjmalang.ac.id/index.php/Khidmat/article/view/4435.