Sosialisasi Ketahanan Pangan Lokal melalui Project Based Learning Berbasis Kimia Pangan pada Siswa SMA Al Falah Ketintang Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.51339/khidmatuna.v6i2.4669Keywords:
Sosialisai, Project Based Learning, Kimia Pangan, Ketahanan Pangan Lokal, Ubi UnguAbstract
Ketahanan pangan lokal merupakan isu strategis yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan edukatif yang kontekstual. Namun, pemahaman siswa sekolah menengah terhadap konsep ketahanan pangan lokal dan pemanfaatan bahan pangan lokal masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi ketahanan pangan lokal kepada siswa SMA melalui penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis kimia pangan dengan memanfaatkan ubi ungu sebagai bahan pangan lokal. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X-B SMA Al Falah Ketintang Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian pretest, penyampaian materi ketahanan pangan dan kimia pangan, pelaksanaan proyek pengenalan serta pengolahan produk berbasis ubi ungu, dan evaluasi kegiatan melalui posttest serta angket respons siswa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 86,09 pada pretest menjadi 98,84 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 0,917 (kategori tinggi). Selain itu, hasil angket menunjukkan respons siswa yang sangat positif dengan persentase sebesar 90,98% (kategori sangat baik). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ketahanan pangan lokal melalui Project Based Learning berbasis kimia pangan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa serta menumbuhkan kesadaran terhadap pemanfaatan bahan pangan lokal. Kegiatan ini berpotensi menjadi model edukasi kontekstual yang dapat diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan sekolah
Downloads
References
Basundoro, M., & Sulaeman, M. (2020). Tantangan dan peluang ketahanan pangan di Indonesia. Jurnal Ketahanan Nasional, 8(1), 23–38.
Bell, S. (2010). Project-based learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House, 83(2), 39–43.
Ginting, E. (2014). Ubijalar sebagai bahan diversifikasi pangan lokal. Jurnal Pangan.
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six- thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.
Lutfi, A. (2021). Peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui inovasi produk ubi jalar ungu. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Oktaviasari, D. I. (2024). Peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui inovasi snackbar ubi jalar ungu. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–10.
Putri, A. A. S. (2022). Potensi umbi-umbian lokal untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Jurnal Ilmu Pertanian, 14(1), 12–21.
Riduwan. (2015). Belajar mudah penelitian untuk guru, karyawan dan peneliti pemula. Alfabeta
Rumawas, V. V. (2021). Kebijakan ketahanan pangan nasional: Tantangan dan strategi. Jurnal Governance, 5(1), 15–28.
Sari, K. (2022). Ubi jalar dan manfaatnya sebagai pangan sumber energi dan antioksidan. Jurnal Teknologi Pangan.
Thomas, J. W. (2000). A Review of Research on Project-Based Learning. Autodesk Foundation.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Galuh Clarisa, Yanti Mulyasari, Shonya Elvana Ni’matul Khusna, Fissilmi Kaaffah, Mirwa Adiprahara Anggarani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



ISSN





