Relasi Islam Dan Budaya Lokal (Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Nyadran di Desa Begawan Jabung Malang)
DOI:
https://doi.org/10.51339/akademika.v7i2.4509Keywords:
Islam, Budaya Lokal, Tradisi Nyadran, Pendidikan AgamaAbstract
Penelitian ini menganalisis hubungan antara Islam dan budaya lokal melalui tradisi Nyadran di Desa Begawan. Tradisi Nyadran, ritual Jawa yang mencakup doa bersama dan pertemuan komunal, menjadi media untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama Islam dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung dalam tradisi Nyadran dan menganalisis implikasi harmoni antara agama dan budaya dalam pembentukan karakter masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif dan studi lapangan, data dikumpulkan dari observasi, wawancara, dan analisis konten. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi Nyadran menjalankan peran penting dalam pelestarian budaya lokal dan pendidikan agama. Ritual ini mengilustrasikan bagaimana budaya dan agama dapat berkolaborasi harmonis, memperkaya nilai-nilai agama melalui budaya lokal. Hal ini mempengaruhi karakter dan moral masyarakat, khususnya generasi muda, melalui pengajaran nilai-nilai agama yang bercorak budaya. Implikasi dari penelitian ini merangsang perdebatan tentang pentingnya integrasi budaya dalam pendidikan agama, dengan tujuan mempertahankan identitas budaya dan memperdalam pemahaman agama dalam konteks lokal.
Downloads
References
Abdullah, T. (2009). Islam and the Cultural Accommodation of Social Change. Asian Journal of Social Science, 37(1).
Ali, M. (2015). "Ketekunan dan Kepedulian: Pengalaman Langsung Nilai-nilai Agama melalui Tradisi Nyadran." Jurnal Studi Agama dan Budaya, Volume(X).
Al-Samarrai, A. (2010). Teaching Islam: Pedagogical Challenges and Approaches. Journal of Religion & Education, 37(1).
Anwar, K. (2012). Local Culture and Islamic Education: A Study of The Yogyakarta Society's Perspective on An Islamic Education. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2).
Bhikhu Parekh, Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory, Cambridge, MA: Harvard University Press, 2000.
Cambridge, MA: Peabody Museum of American Archaeology and Ethnology.
Cees J. Hamelink, “Communication and Peace,” dalam The Handbook of Global Media and Communication Policy, ed. Robin Mansell & Marc Raboy, Malden: Wiley-Blackwell, 2011.
Clifford Geertz, The Religion of Java, Chicago: The University of Chicago Press, 1960.
David A. Kolb, Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development, Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, 1984.
Émile Durkheim, The Elementary Forms of Religious Life, terj. Karen E. Fields, New York: Free Press, 1995.
Fathoni, M., Teori Komunikasi Dakwah dan Praktiknya dalam Masyarakat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017.
Fazlur Rahman, Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition, Chicago: The University of Chicago Press, 1982.
George Siemens, “Connectivism: A Learning Theory for the Digital Age.” International Journal of Instructional Technology and Distance Learning, 2(1), 2005.
H.A.R. Tilaar, Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional, Jakarta: Grasindo, 2004.
Hans Küng, Global Responsibility: In Search of a New World Ethic, New York: Crossroad, 1991.
Harun Nasution, Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran, Bandung: Mizan, 1995.
Hefner, R. W. (1985). Hindu Javanese: Tengger Tradition and Islam. Princeton University Press.
Hidayat, A. (2017). "Dampak Positif Tradisi Nyadran dalam Pembentukan Karakter Masyarakat: Tinjauan Nilai-nilai Agama dan Kearifan Lokal." Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Kearifan Lokal, Volume(X).
Jalaluddin Rahmat, Teori Dakwah: Perspektif Keteladanan dalam Islam, Bandung: Pustaka Hidayah, 2017.
John Dewey, Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of Education, New York: Macmillan, 1916.
Jonathan Rutherford, London: Lawrence & Wishart, 1990.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Kroeber, A. L., & Kluckhohn, C. (1952). Culture: A Critical Review of Concepts and Definitions.
Lawrence Kohlberg, Essays on Moral Development, Vol. I: The Philosophy of Moral Development, San Francisco: Harper & Row, 1981.
Mansur, A. (2019). The Local Wisdom of Nyadran Ceremony in Developing Character Education in Islamic Religious Education. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1).
Nasr, S. V. R. (2007). Islamic Art and Spirituality. State University of New York Press.
Paulo Freire, Education for Critical Consciousness, trans. Myra Bergman Ramos, New York: Bloomsbury Academic, 1970.
Rahman, Z. (2018). "Ekosistem Spiritual dan Budaya Unik: Tradisi Nyadran sebagai Model Integrasi Nilai Agama Islam dan Kearifan Lokal." Jurnal Kajian Keagamaan dan Kebudayaan, Volume(X).
Robert D. Putnam, Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community, New York: Simon & Schuster, 2000.
Sa’duddin Ibrahim, Komunikasi Dakwah dalam Konteks Sosial, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2020.
Smith, J. D. (2000). Religious Diversity and Civic Education: Lessons from Indonesia. Comparative Education Review, 44(3).
Smith, W. C. (2003). Cultural Diversity and Education in a Globalizing World. Globalisation, Societies and Education, 1(1).
UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Retrieved from https://ich.unesco.org/en/convention
Wibowo, S. (2015). "Kesinambungan antara Islam dan Budaya Lokal: Studi Kasus Tradisi [Contoh Tradisi, Misalnya Nyadran] di Indonesia." Jurnal Kajian Kebudayaan dan Agama, Volume(X).
William James, The Varieties of Religious Experience: A Study in Human Nature, New York: Modern Library, 2002.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M. Hadi Sutiyo, Fatihatul Mukarromah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







.png)



