Kebijaksanaan Plagiasi

Plagiarisme adalah pengungkapan pemikiran atau kata-kata orang lain seolah-olah itu adalah milik penulis sendiri yang dilakukan tanpa izin, penghargaan, pengakuan, atau karena gagal mengutip sumber dengan benar. Plagiarisme dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari menyalin secara harfiah hingga memparafrasekan karya orang lain. Untuk menilai dengan tepat apakah seorang penulis telah melakukan plagiarisme, kami menekankan beberapa situasi yang mungkin terjadi:

  1. Seorang penulis dapat secara harfiah menyalin karya penulis lain dengan menyalin kata demi kata, secara keseluruhan atau sebagian, tanpa izin, mengakui atau mengutip sumber aslinya. Praktik ini dapat diidentifikasi dengan membandingkan sumber asli dan naskah/karya yang dicurigai sebagai plagiat.
  2. Penyalinan substansial menyiratkan bahwa seorang penulis mereproduksi bagian substansial dari penulis lain, tanpa izin, pengakuan, atau kutipan. Istilah substansial dapat dipahami baik dari segi kualitas maupun kuantitas, yang sering digunakan dalam konteks Kekayaan Intelektual. Kualitas mengacu pada nilai relatif teks yang disalin secara proporsional dengan karya secara keseluruhan.
  3. Parafrase melibatkan pengambilan ide, kata, atau frasa dari sebuah sumber dan menyusunnya menjadi kalimat baru dalam tulisan. Praktik ini menjadi tidak etis ketika penulis tidak mengutip dengan benar atau tidak mengakui karya asli/penulis. Bentuk plagiarisme ini adalah bentuk yang lebih sulit untuk diidentifikasi.

Artikel ilmiah yang dikirimkan ke Jurnal Muhadasah (Pendidikan Bahasa Arab) akan disaring untuk menegtahui tingkat plagiarisme (similarity) menggunakan alat pendeteksi plagiarisme Turnitin dengan maksimal tingkat similarity maksimal 20%. Jurnal Muhadasah (Pendidikan Bahasa Arab)  akan segera menolak artikel ilmiah yang mengarah pada plagiarisme.

Sebelum artikel dikirimkan ke reviewer untuk proses review, terlebih dahulu artikel tersebut diperiksa tingkat kemiripannya oleh tim editorial  dengan menggunakan aplikasi pendeteksi plagiarisme turnitin. Artikel ilmiah yang dikirimkan ke Jurnal Muhadasah (Pendidikan Bahasa Arab) harus memiliki tingkat kemiripan (tingkat similarity) maksimal 20%.