Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Sebagai Kunci Dalam Membentuk Budaya Positif Di SDI Ash-Shibgoh Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.51339/akademika.v8i1.5136Keywords:
Kepemimpinan Kepala Sekolah, Budaya Positif, Pendidikan KarakterAbstract
Pembentukan budaya positif di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti belum optimalnya pembiasaan nilai-nilai karakter dan rendahnya sinergi antara sekolah dengan orang tua. Kondisi tersebut menuntut kepemimpinan kepala sekolah yang mampu menggerakkan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan kepala sekolah dalam membentuk budaya positif di SDI Ash-Shibgoh Lombok Timur. Budaya positif merupakan fondasi penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena berpengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai pemimpin yang bertanggung jawab mengarahkan, mengkoordinasikan, dan mengembangkan berbagai program yang mendukung terbentuknya nilai-nilai positif di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa sebagai sumber informasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai praktik kepemimpinan kepala sekolah dalam membentuk budaya positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan penting dalam membentuk budaya positif melalui pemberi arahan, pembicara, dan pembina. Budaya positif diwujudkan melalui pembiasaan perilaku disiplin, penanaman nilai-nilai religius, penguatan karakter, pembentukan sikap saling menghargai, dan penciptaan suasana belajar yang mendukung perkembangan peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan budaya positif didukung oleh lingkungan sekolah yang religius dan kondusif, keterlibatan guru, dan partisipasi orang tua. Namun, terdapat beberapa penghambat, seperti kurangnya pengawasan orang tua, dan penggunaan gadget secara berlebihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor utama dalam membentuk dan memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah.
Downloads
References
Anjarrini, Khikmah, & Ida Rindaningsih. (2022). Peran kepala sekolah dalam membangun budaya sekolah sebagai unggulan sekolah di MI Muhammadiyah 1 Jombang. MANAZHIM, 4(2), 452–474.
Grashinta, Aully, dkk. (2020). Pengantar Pendidikan Anak. Bandung: Widina Media Utama.
Kuanine, Melyarmes Hodner, & Kristia Edison Yohanis Melkior Afi. (2023). Upaya guru menciptakan lingkungan yang nyaman melalui manajemen budaya sekolah yang positif. JMPK: Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen, 3(1), 1–14.
Lestari, Devi, dkk. (2022). Penerapan budaya positif dalam mewujudkan budaya karakter profil pelajar Pancasila pada siswa di SD Negeri 4 Kelapa Kampit. Dalam Prosiding Seminar Nasional PGSD UST (hlm. 70–74).
Marlina, Nina, & Lilis Karnita Sholehah. (2025). Kepemimpinan kepala sekolah sebagai kunci budaya positif SDN Margamulya. Proceeding FIRMA (Festival Riset Ilmiah Manajemen dan Akuntansi), 8(1), 2252–2256.
Midangsi, Nyoman. (2021). Kepemimpinan Kepala Sekolah. Badung, Bali: Nilacakra.
Mujahidin, Lalu. (2025). Peran Kepala Sekolah dalam Menciptakan Budaya Sekolah Positif di MTs Manarul Huda Bintaro (Disertasi Doktor, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
Mulyasa. (2011). Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Mulyono, Aris. (2025). Guru sebagai Agen Perubahan: Membangun Sekolah yang Inklusif dan Responsif. Jakarta: PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa.
Nur Gamar. (2026). Administrasi Pendidikan Perspektif Manajemen Pendidikan. Purbalingga: Eureka Media Aksara.
Rahmi, Siti, dkk. (2023). Panduan Bimbingan dan Konseling Kelompok dengan Teknik Psikodrama. Aceh: Syiah Kuala University Press.
Soetandyo Wignjosubroto. (2019). Pendidikan Karakter Tanggung Jawab Siapa? Pentingnya Sinergi Rumah, Sekolah dan Masyarakat demi Membentuk Watak Siswa. Badung, Bali: Nilacakra.
Suryatama, Handika, dkk. (2024). Penerapan konsep segitiga restitusi untuk mengembangkan budaya positif di sekolah dasar. Murabbi, 3(1), 70–78.
Thoha, Muhammad. (2007). Perilaku Organisasi: Konsep dan Aplikasinya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Diakses pada 12 Maret 2026.
Warman, Warman, dkk. (2024). Eksplorasi kepemimpinan kepala sekolah berbasis servant leadership dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(1), 1359–1371.
Dokumentasi. (2026). Profil SDI Ash-Shibgoh Lombok Timur NTB. Diakses pada 24 April 2026.
Dokumentasi. (2026). Tata Tertib Siswa SDI Ash-Shibgoh Lombok Timur NTB. Diakses pada 4 Juni 2026.
Wawancara dengan Jamaliah, Q.H., S.E. Gr., Kepala Sekolah SDI Ash-Shibgoh Lombok Timur, 24 April 2026.
Wawancara dengan Hasrianti Yuliana, S.Pd. Gr., Wali Kelas V SDI Ash-Shibgoh Lombok Timur, 15 April 2026.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dewi Mutmainnah, Fizian Yahya, Mashun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







.png)



