Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Emosional Remaja

Authors

  • Fiza Fatmila Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Ismiati Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Syaiful Indra Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.51339/isyrof.v7i2.4376

Keywords:

Fatherless, Perkembangan Emosional

Abstract

Fatherless menjadi suatu fenomena yang sangat sering ditemukan pada kalangan anak-anak remaja. Fenomena fatherless dapat disebabkan oleh perceraian dan kematian. Kondisi ini dapat mengganggu dan akan menjadikan suatu hambatan dalam proses perkembangan emosional pada remaja. Keadaan ini juga bisa membuat remaja kesulitan dalam mengontrol emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak fatherless terhadap perkembangan emosional remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah remaja pada usia 12-15 tahun yang mengalami fatherless disebabkan oleh perceraian dan kematian. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kondisi fatherless sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi remaja. Adapun dapat dilihat dari ketika ia kesulitan dalam mengontrol emosi, perasaan sedih, iri, sebagian ada yang menunjukkan perasaan lebih mampu dalam mengelola emosinya karena adanya dukungan dari keluarga seperti ibu. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadikan rujukan yang dapat berkontribusi secara ilmiah dan praktis baik bagi orang tua, pendidik, konselor maupun pembuat kebijakan untuk mendukung remaja yang mengalami fatherless dalam kesejahteraan emosi dan sosial yang sehat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anesti, Y., & Abdullah, M. N. A. (2024). Fenomena Fatherless: Penyebab dan Konsekuensi Terhadap Anak dan Keluarga. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2 (2), 202.

Badan Pusat Statistik. (2025). Cerita Data Statistik Untuk Indonesia: Potret Masalah Perilaku dan Emosional di Indonesia-Siapa yang Paling Rentan?, 2 (6), 10.

Durrotun Nafisah, A., Dhafet, N. A. M., & Rachman, H. (2024). Perkembangan Paikologi Anak Usia Dini Pada Keluarga Broken Home. Jurnal of Early Childhood Education Studies, 1 (3), 181.

Filtra, H. (2017). Perkembangan Emosional Anak Usia Dini 5–6 Tahun Ditinjau dari Ibu yang Bekerja. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 33–34.

Fitroh, S. F. (2014). Dampak Fatherless Terhadap Prestasi Belajar Anak. Jurnal PGPAUD Trunojoyo, 1(2), 83–90.

Fauzian, R. (2020). Pengantar Psikologi Perkembangan. Sukabumi: CV Jejak.

Gainau, M. B. (2021). Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: PT Kanisius.

Kurniawati, Y., & Pranoto, S. (2022). Dinamika Emosi Anak Usia Dini: Kajian Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19 (Jilid 1). Jawa Tengah: PT Nasya Expanding Management.

Lubis, N. A., Siregar, F. N. A., & Rahma, A. Z. (2023). Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal on Education, 6 (1), 4802.

Maulina, S. I., & Ghofar, M. A. (2023). Pengaruh Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, dan Lingkungan Masyarakat Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Peserta Didik MSA Negeri 17 Surabaya. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, 4(1), 94.

Martani, W. (2012). Metode Stimulasi dan Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Psikologi, 39(1), 113–114.

Mawaddah, A. W., Zahrah, H., & Tohar, A. A. (2024). Ontologi Attachment Dalam Dinamika Keluarga: Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Identitas Anak. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8 (3), 44506-44507.

Noorhapizah, dkk. (2022). Teori Perkembangan Peserta Didik. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Rezeki, F., dkk. (2025). Metodologi Penelitian. Jawa Barat: Alung Cipta.

Rahmi, A. A., Hizriyani, R., & Sopiah, C. (2022). Analisis Teori Hierarki of Need Abraham Maslow Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Jurnal on Early Childhood, 5 (3), 208.

Sari, O. P., & Eliasa, E. I. (2024). Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak Remaja Usia 12-15 Tahun Mempengaruhi Gaya Belajar Siswa: Studi Literatur. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8 (3), 46090.

Sylvia, M., Sukmawati, D., & Mulyeni, S. (2025). Makna Kehilangan Ayah Bagi Mahasiswa: Studi Kualitatif Perbedaan Fatherless Akibat Perceraian dan Kematian. Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 3(3), 39.

Downloads

Published

12-12-2025

How to Cite

Fiza Fatmila, Ismiati, & Syaiful Indra. (2025). Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Emosional Remaja. Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(2), 125–134. https://doi.org/10.51339/isyrof.v7i2.4376