Makna Religiusitas sebagai Sistem Pembentukan Makna pada Mahasiswa yang Mengalami Quarter Life Crisis dalam Perspektif Psikologi

Authors

  • Hana Athia Akhzalini Universitas Islam Balitar Blitar
  • Parid Rilo Pambudi Universitas Islam Balitar Blitar
  • Rindra Risdiantoro Institut Agama Islam Sunan KaliJogo Malang

DOI:

https://doi.org/10.51339/isyrof.v8i1.4817

Keywords:

Religiusitas, Quarter Life Crisis, Fenomenologi

Abstract

Quarter life crisis merupakan fenomena psikologis yang umum terjadi pada masa dewasa awal dan ditandai dengan kebingungan identitas, kecemasan masa depan, serta ketidakpastian peran sosial. Mahasiswa sebagai individu yang berada pada fase transisi menuju dunia kerja memiliki kerentanan tinggi terhadap kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna religiusitas sebagai sistem pembentukan makna dalam menghadapi quarter life crisis dalam perspektif psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah lima mahasiswa berusia 20–25 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas dimaknai sebagai sumber ketenangan, harapan, kontrol emosi, makna hidup, dan kekuatan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas tidak hanya berfungsi sebagai religius coping, tetapi juga sebagai sistem rekonstruksi makna dalam menghadapi krisis eksistensial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agarwal, S., Guntuku, S. C., Robinson, O. C., Dunn, A., & Ungar, L. H. (2020). Examining the phenomenon of quarter-life crisis through artificial intelligence and the language of twitter. Frontiers in Psychology, 11, 341.

Aristia, A., & Aulia, F. (2025). Quarter-Life Crisis in Early Adulthood is Directly Proportional to Father Involvement. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 16(1), 105–121.

Arnett, J. J. (2023). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties. Oxford University Press.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dursun, B. (2023). A qualitative research technique: Interview. Disiplinlerarası Eğitim Araştırmaları Dergisi, 7(14), 100–113.

Giono, E., & Surawan, S. (2025). Coping Religius Sebagai Strategi Penanggulangan Stress dan Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(02), 393–400.

Haekal, M. F. (2025). Konseling Islami Berbasis Psikologi Positif: Tinjauan Literatur Terhadap Konsep Syukur dan Sabar. Biblio Couns: Jurnal Kajian Konseling Dan Pendidikan, 8(3), 156–166.

Koburtay, T., Jamali, D., & Aljafari, A. (2023). Religion, spirituality, and well‐being: A systematic literature review and futuristic agenda. Business Ethics, the Environment & Responsibility, 32(1), 341–357.

Mecca, F. A., Pratiwi, R. A., & Novitasya, S. (2024). Hubungan religiusitas dengan psychological well-being. Jurnal Ilmiah Psikologi Dan Kesehatan Masyarakat, 2(2), 136–155.

O’Connor, R. C., Wetherall, K., Cleare, S., McClelland, H., Melson, A. J., Niedzwiedz, C. L., O’Carroll, R. E., O’Connor, D. B., Platt, S., & Scowcroft, E. (2021). Mental health and well-being during the COVID-19 pandemic: longitudinal analyses of adults in the UK COVID-19 Mental Health & Wellbeing study. The British Journal of Psychiatry, 218(6), 326–333.

Paloutzian, R. F., & Park, C. L. (2021). The psychology of religion and spirituality: How big the tent? Psychology of Religion and Spirituality, 13(1), 3.

Ramadhani, S., Annapta, M., Agustina, A., Al Fajar, M. F., & Malica, I. R. (2025). Makna Religiusitas terhadap Kesejahteraan Psikologis Anggota IRMA Masjid Agung Palembang. Proceeding Conference on Da’wah and Communication Studies, 4, 768–781.

Risky, D. K., Setyowati, W. E., & Febriana, B. (2026). Hubungan Antara Tingkat Religiusitas dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Muslim dalam Penyusunan Skripsi. Journal of Health, Medical, and Psychological Studies, 1(3), 273–283.

Rosmarin, D. H., & Koenig, H. G. (2020). Handbook of spirituality, religion, and mental health. Academic Press.

Santrock, J. W. (2015). Life-span development. McGraw-Hill New York.

Setiagils, A., Rozak, A., & Nuraeni, N. S. (2024). Peran Lingkungan Sosial dalam Mengatasi Fenomena Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Generasi Z di Perguruan Tinggi. Muqoddima: Jurnal Pemikiran Dan Riset Sosiologi, 5(2), 43–60.

Son, C., Hegde, S., Smith, A., Wang, X., & Sasangohar, F. (2020). Effects of COVID-19 on college students’ mental health in the United States: Interview survey study. Journal of Medical Internet Research, 22(9), e21279.

Supiyah, R., Soulthoni, H. P. N., Arsyad, M., & Roslan, S. (2025). Rekonstruksi Identitas dan Strategi Coping Mantan Pecandu Narkoba dalam Konteks Rehabilitasi Lapas. Jurnal Kesejahteraan Dan Pelayanan Sosial, 6(2), 148–168.

Takona, J. P. (2024). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Quality & Quantity, 58(1), 1011–1013.

Zeinnida, Q. L., Tsani, I., & Septiana, N. Z. (2022). Pengaruh religiusitas dan efikasi diri terhadap kecerdasan emosional siswa di ma al-huda. Edudeena: Journal of Islamic Religious Education, 6(1), 48–56.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Athia Akhzalini, H., Parid Rilo Pambudi, & Risdiantoro, R. (2026). Makna Religiusitas sebagai Sistem Pembentukan Makna pada Mahasiswa yang Mengalami Quarter Life Crisis dalam Perspektif Psikologi. Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 8(1), 103–116. https://doi.org/10.51339/isyrof.v8i1.4817