Strategi Penyuluh Agama Islam Dalam Membangun Ketahanan Perkawinan Melalui Pendampingan Konflik Komunikasi Pasangan Muda
DOI:
https://doi.org/10.51339/isyrof.v8i1.5162Keywords:
Penyuluh Agama Islam, Konflik Komunikasi, Ketahanan PerkawinanAbstract
Konflik komunikasi merupakan salah satu faktor yang sering memengaruhi ketahanan perkawinan pasangan muda dan dapat berdampak pada meningkatnya risiko perceraian. Dalam kondisi tersebut, penyuluh agama Islam memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan guna membantu pasangan menyelesaikan konflik rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk konflik komunikasi pasangan muda, strategi pendampingan yang dilakukan penyuluh agama Islam, serta indikasi ketahanan perkawinan setelah memperoleh pendampingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi penelitian berada di KUA Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Informan penelitian terdiri atas penyuluh agama Islam, pasangan yang pernah mengikuti konsultasi, dan anggota keluarga pasangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik komunikasi pasangan muda dipengaruhi oleh kurangnya keterbukaan, ego yang tinggi, masalah ekonomi, perselingkuhan, keterlibatan keluarga besar, dan penggunaan media sosial. Strategi pendampingan yang dilakukan meliputi mediasi, perubahan pola pikir, pendekatan active listening, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Pendampingan tersebut berkontribusi pada peningkatan komunikasi, kemampuan menyelesaikan konflik, komitmen perkawinan, dan stabilitas hubungan sehingga mendukung terbentuknya ketahanan perkawinan.
Downloads
References
Agustina, M., A. Miko, dan Asmawi. “Peranan komunikasi interpersonal dalam manajemen konflik pada pasangan suami dan istri.” Jurnal Ranah Komunikasi, 2020. https://doi.org/10.25077/rk.4.1.158-166.2020.
Aulia, L. R., A. Setiadarma, dan S. Supratman. “Fenomenologi pola komunikasi interpersonal pada pasangan menikah usia 0–5 tahun.” IKRAITH-HUMANIORA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 2023. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v7i2.2297.
Creswell, John W., dan J. David Creswell. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 5th ed. California: SAGE Publications, 2018.
Denzin, Norman K. The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. New York: McGraw-Hill, 1978.
Miles, M. B., A. M. Huberman, dan J. Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3 ed. Sage Publications, 2014.
Rambe, G., Zainun, dan S. Nasution. “Strategi komunikasi konseling penyuluh agama dalam meminimalisir perceraian.” Jurnal Perspektif, 2023. https://doi.org/10.31289/perspektif.v12i1.8601.
Statistik, Badan Pusat. Statistik perceraian Indonesia 2025. 2026. https://www.bps.go.id.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2022.
Wahyuni, E. S. “Problematika komunikasi interpersonal pasangan usia muda dalam mempertahankan rumah tangga.” Communicative: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 4, no. 1 (2022). https://doi.org/10.47453/communicative.v4i1.940.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Farah Nur Amelia Sabina, Syifa Nurfauziah, Fauzun Jamal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



ISSN






