Author Guidelines

Artikel yang dikirim ke redaksi melalui sistem OJS kami Jurnal AN-NISBAH akan dipertimbangkan untuk diterbitkan jika telah memenuhi sistematika berikut:
• Ukuran kertas A4 (Lebar 21 cm x Tinggi 29,7 cm)
• Margin (Kiri, 3 cm, kanan 2 cm, atas 2 cm, bawah 2 cm)
• Jenis font Cambria
• Ukuran standar 11 pt. untuk font Cambria
• Ukuran standar 18 pt. untuk font Traditional Arabic
• Spasi 1,5 untuk isi artikel menggunakan font Cambria,
• Spasi 1 untuk isi artikel menggunakan font Traditional Arabic
• Bentuk teks Justify (rata kanan kiri)
• Penulisan artikel menggunakan satu kolom
• Jumlah halaman minimal 7 dan maksimal 20
• Peletakkan halaman pada bagian bawah ditempatkan tepat di tengah
Seluruh dokumen harus menggunakan jenis huruf Cambria. Jenis font lain dapat digunakan jika memang diperlukan untuk tujuan khusus. Misalnya untuk penggunaan huruf atau bahasa arab, penulisan judul serta abstrak artikel disertai dengan translate dalam Bahasa Indonesia.

1. Judul Artikel Ilmiah
Judul judul artikel bersifat ringkas, informatif dan deskriptif, terdiri dari sejumlah kata dengan menggunakan huruf besar (huruf balok), minimal 5 dan maksimal 15 kata. Judul menggambarkan isi tulisan yang mengandung konsep atau hubungan antar konsep; tepat dalam memilih dan menentukan urutan kata. Penggunaan singkatan atau formula kimia sebaiknya dihindari. judul ditulis dengan huruf besar (huruf balok), istilah bahasa asing ditulis dengan huruf miring (italic). Jika judul menggunakan huruf arab atau huruf jenis lainnya yang butuh penerjemahan maka wajib disertakan terjemahan judul dalam huruf latin.

2. Nama dan Alamat Penulis
Nama diri penulis ditulis tanpa mencantumkan gelar dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya harus tetap/konsisten, hal ini berguna dan sangat penting untuk pengindeksan nama pengarang. Keterangan tentang nama perguruan tinggi, alamat penulis dan e-mail yang dicantumkan harus jelas dan aktif.

3. Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia, Bahasa arab, atau bahasa Inggris (disesuaikan kebutuhan). Abstrak merupakan sari tulisan yang meliputi latar belakang penelitian secara ringkas, tujuan, teori, bahan dan metode yang digunakan, hasil temuan serta simpulan. Rincian perlakuan tidak perlu dicantumkan, kecuali jika memang merupakan tujuan utama penelitian. Abstrak bersifat konsisten dengan isi artikel dan self explanatory, artinya mengandung alasan mengapa penelitian dilakukan (rasionalisasi & justifikasi), dan tidak merujuk kepada grafik, tabel atau acuan pustaka. Abstrak ditulis menggunakan 1 spasi dengan jumlah kata minimal 100 kata dan tidak lebih dari 250 kata yang dilengkapi dengan 3-5 kata kunci, yakni istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam artikel.

4. Pendahuluan
Pendahuluan berisi latar belakang, rasional, dan urgensi penelitian, dan juga dikemukakan suatu permasalahan/konsep/hasil penelitian sebelumnya secara jelas dan ringkas sebagai dasar dilakukannya penelitian yang akan ditulis sebagai artikel ilmiah. Pustaka yang dirujuk hanya yang benar-benar penting dan relevan dengan permasalahan untuk men”justifikasi” dilakukannya penelitian, atau untuk mendasari hipotesis. Pendahuluan juga harus menjelaskan mengapa topik penelitian dipilih dan dianggap penting, dan diakhiri dengan menyatakan tujuan penelitian tersebut.

5. Literatur Review
Novelty (keterbaruan) menjadi hal utama dalam sebuah artikel ilmiah, jadi untuk mengetahui nilai novelty (keterbaruan) artikel, maka setiap penulis wajib memberikan literatur review dari hasil penelitian terdahulu setidaknya 3 penelitian. Literature review berisi uraian tentang teori, temuan dan bahan lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Uraian dalam literature review ini diarahkan untuk menyusun kerangka pemikiran yang menjelaskan tentang pemecahan masalah yang sudah diuraikan sebelumnya pada perumusan masalah. Dari penelitian terdahulu tersebut yang dijelaskan secara terperinci tentang persamaan, perbedaan, dan hal baru yang akan dikaji oleh penulis, sehingga diketahui tingkat novelty yang ditulis. Suatu literatur review yang baik harus bersifat relevan, mutakhir (lima tahun terakhir), dan memadai sesuai kajian yang diteliti.

6. Metode Penelitian
Alur pelaksanaan penelitian harus ditulis dengan rinci dan jelas sehingga peneliti lain dapat melakukan penelitian yang sama (repeatable and reproduceable). Spesifikasi bahan-bahan harus rinci agar orang lain mendapat informasi tentang cara memperoleh bahan tersebut. Jika metode yang digunakan telah diketahui sebelumnya, maka acuan pustakanya harus dicantumkan. Jika penelitian terdiri dari beberapa eksperimen, maka metode untuk masing-masing eksperimen harus dijelaskan. Jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, target/sasaran, subjek penelitian, prosedur, data dan instrumen, dan teknik pengumpulan data, teknik analisis data serta hal-hal lain yang berkait dengan cara penelitiannya dapat ditulis dalam sub-subbab, dengan sub-subheading.

7. Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian dalam bentuk data merupakan bagian yang disajikan untuk menginformasikan hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan. Ilustrasi hasil penelitian dapat menggunakan grafik/tabel/gambar. Tabel dan grafik harus dapat dipahami dan diberi keterangan secukupnya. Hasil yang dikemukakan hanyalah temuan yang bermakna dan relevan dengan tujuan penelitian. Dalam Pembahasan dikemukakan keterkaitan antar hasil penelitian dengan teori, perbandingan hasil penelitian dengan hasil penelitian lain yang sudah dipublikasikan. Pemnbahasan menjelaskan pula implikasi temuan yang diperoleh bagi ilmu pengetahuan dan pemanfaatannya. . Jika artikel melaporkan lebih dari satu eksperimen, maka tujuan setiap penelitian harus dinyatakan secara tegas dalam teks, dan hasilnya harus dikaitkan satu sama lain.

8. Penutup
Simpulan
Simpulan merupakan penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran hendaknya didasari oleh hasil temuan penelitian, berimplikasi praktis, pengembangan teori baru (khusus untuk program doktor), dan atau penelitian lanjutan.
Saran
Saran dapat berupa masukan bagi peneliti berikutnya, dapat pula rekomendasi implikatif dari temuan penelitian.
Catatan kaki (footnotes):
Catatan kaki (footnotes) wajib digunakan untuk memberikan keterangan pada kutipan yang digunakan, ditulis pada bagian bawah halaman teks tulisan yang bersangkutan sebagai bukti sumber rujukan.
Daftar Pustaka
Jika menggunakan kutipan, maka sistem pengutipan dari sumber yang digunakan dalam penulisan artikel Rumah Jurnal IAI Sunan Kalijogo Malang disesuaikan dengan sistem penulisan kutipan model Turabian. Bahan rujukan (referensi) yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya yang benar-benar disebutkan dalam naskah artikel. Penulisan daftar rujukan secara lengkap dilakukan pada halaman baru. Agar penulisan daftar pustaka lengkap, maka dijadikan sebagai tahap penulisan paling akhir. Naskah dibaca dari awal sampai akhir, lalu ditulis semua referensi yang ada dalam naskah sebagai daftar pustaka secara alphabetis. Sebaiknya buku rujukan yang digunakan terbitan maksimal 10 tahun lalu, untuk menjaga keaktualan pengetahuan dan perubahan wawasan dalam karya ilmiah. Untuk keseragaman dan Internasionalisasi, penulisan, maka daftar pustaka dalam artikel wajib menggunakan cara penulisan daftar pustaka sesuai sistem Turabian.