Analisis Larangan Israf Dan Tabdzir Terhadapp Produksi Barang Limited Edition
DOI:
https://doi.org/10.51339/iqtis.v7i2.4430Keywords:
Israf, Tabdzir, Limited Edition, Ekonomi Islam, Etika BisnisAbstract
Produksi barang limited edition telah menjadi strategi pemasaran yang umum digunakan untuk menciptakan kesan eksklusivitas dan meningkatkan nilai jual produk. Strategi ini sering memengaruhi perilaku konsumsi melalui dorongan psikologis seperti fear of missing out (fomo), kebutuhan akan status sosial, dan motivasi spekulatif. Dalam perspektif ekonomi Islam, praktik tersebut perlu dikaji secara mendalam karena dapat berpotensi mendorong perilaku konsumsi yang melampaui batas kewajaran. Islam menegaskan prinsip moderasi, keseimbangan (tawazun), serta kemaslahatan (maslahah), dan melarang tindakan israf (pengeluaran berlebihan) serta tabdzir (pemborosan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik produksi barang limited edition berdasarkan teori produksi Islam dan etika bisnis syariah, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip israf dan tabdzir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis literatur dari jurnal, laporan, dan sumber akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi limited edition dapat diterima secara syariah apabila tidak mendorong konsumsi berlebihan, tidak menimbulkan pemborosan harta, dan tetap memperhatikan kemaslahatan sosial. Namun, produksi yang eksploitif dan memanfaatkan dorongan emosional konsumen berpotensi bertentangan dengan prinsip israf dan tabdzir. Karena itu, produsen dan konsumen memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga etika produksi dan konsumsi agar tetap sejalan dengan nilai moderasi dan keberlanjutan ekonomi dalam Islam
Downloads
References
Aisyah Kartini, LIFE CYCLE AND CONSUMPTION BEHAVIOR FROM ISLAMIC ECONOMIC PERSPECTIVE (2024), 27.
Dafiar Syarif et al., Kelangkaan (Scarcity) Ekonomi: Perbedaan Dan Kecocokan Perspektif Islam (n.d.), 128.
Fakultas Ekonomi et al., EkBis: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis RASIONALITAS MUSLIM TERHADAP PERILAKU ISRAF DALAM KONSUMSI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM, n.d., 31.
Mufarizuddin,+88.+20016-Article+Text-64281-1-2-20231018+Ulil, n.d., 910.
Muhajjir Zainuddin and Mahlel Mahlel, KONSUMSI BARANG DAN JASA DALAM PERSPEKTIF TEORI MAQASHID AL-SYARIAH (2022), 45:51.
Muhammad Abdan Nur and Difi Dahliana, “Pengaruh Customer Review Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Muslim Shopee Di Banjarmasin,” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 9, no. 2 (July 2023): 1799, https://doi.org/10.29040/jiei.v9i2.7102.
Muhammad Turmudi, PRODUKSI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (n.d.), 47.
PT. Media Akademik Publisher, n.d., 5, https://doi.org/10.62281.
Roisatun Kasanah, “PRINSIP IQTISHODUNA DALAM PRAKTIK KONSUMSI MUSLIM,” in Hukum Islam, no. 1 (2022), 22:7.
TAFSIR AL-MISHBAH (n.d.).452
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 M. Naufal Azis Sulthan Sulthan, Dwi Millata Syarifah Mila, Hilda Atikasari Hilda; Sri Wigati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



ISSN








