Feodalisme Pesantren dalam Pemberitaan Media Massa: Analisis Framing Perspektif Dakwah

Authors

  • Nurul Azizah Universitas Al-Qolam Malang

DOI:

https://doi.org/10.51339/ittishol.v7i1.4612

Keywords:

Pesantren, Pesantren Feodalisme, Pemberitaan Media

Abstract

Feodalisme pesantren merupakan istilah yang menggambarkan kritik terhadap hubungan hierarki antara kiai dan santri di pesantren. Dimana praktik pengabdian dan ketaatan santri terhadap kiai disalah artikan sebagai system feodal. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji bagaimana media massa membingkai isu feodalisme dalam pesantren melalui pendekatan analisis framing, serta melihat bagaimana perspektif dakwah dapat menjadi alat kritis dalam menilai konstruksi pemberitaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif.  Sumber data berasal dari dua berita yang diunggah oleh Media Online Kumparan pada tanggal 23 April 2025 dan tanggal 27 Mei 2025. Kemudian kedua berita tersebut akan peneliti analisis menggunakan Teknik analisis framing model Robert and Entman.    isu feodalisme pesantren yang dilakukan oleh media kumparan menunjukkan bahwa secara dakwah media kumparan telah melakukan aktivitas dakwah bil-qolam (tulisan) yang sesuai dengan nilai-nilai sakwah islam, yakni hikmah (kebijaksanaan), mau‘izhah hasanah (nasihat yang baik), dan taujih (bimbingan moral). Dibalik panasnya isu tentang feodalisme pesantren, media kumparan hadir dengan narasi pembingkaian yang proporsional, memberikan pengertian tentang dunia pesantren secara teoritis dan praktis, agar masyarakat memahami bahwa sistem pesantren adalah bentuk khas pendidikan Islam Nusantara yang tak bisa disamakan begitu saja dengan model Barat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Admin Kumparan. (2025). Sejarah kumparan: Pionir Media Digital Berbasis Teknologi di Indonesia. Kumparan.Com.

Ahmad Ridhai Aziz, F. (2024). ETIKA DAKWAH DAN MEDIA SOSIAL: MENEBAR KEBAIKAN TANPA DISKRIMASI. Jurnal Al Haqiqah: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 05(01), 31–40. https://doi.org/https://doi.org/10.36915/alhaqiqa.v5i1.145

Aridho, A., Situmeang, T. A., Tinambunan, D. R., Ramadhani, K. N., Lase, M. W., & Ivanna, J. (2024). Peran Media Massa Dalam Membentuk Opini Publik: Demokratisasi Pasca-Reformasi. IJEDR: Indonesian Journal of Education and Development Research, 2(1), 206–210. https://doi.org/10.57235/ijedr.v2i1.1693

Cindyta Rabilla. (2025). Komunikasi Framing, Teori Media Membangun Realitas. Rri.Co.Id.

Daud, Khoirotul Idawati, H. (2025). Peran Kiai dalam Pembentukan Karakter Santri: SuatuKajian Literatur. Jurnal Tarbiyah Bil Qalam, IX, 1–21.

Dedy Mulyana, E. (2002). Analisis Framing:Konstruksi,Ideologi, dan Politik Media (edisi-1). LKiS Pelangi Aksara.

Fitri, R. (2022). Pesantren Di Indonesia Lembaga Pembentukan Karakter, Jurnal Kajian Pendidikan Islam, Vol.2, No.1. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 186.

Habsi, M. (2022). Peran Kepemimpinan Kyai Dalam Membentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Patokan Kraksaan Probolinggo. Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 167–180. https://doi.org/10.32478/leadership.v3i2.941

Halimatus, N. (2024). Radikalisme Agama dalam Pemberitaan Media Massa: Analisis Framing dengan pendekatan Dakwah. AL MUNIR : Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 14(1), 56–65. https://doi.org/10.15548/amj-kpi.v14i1.6668

Iddian, S. (2022). Warisan Feodalisme Dalam Pendidikan. Arriyadhah, 19(1), 34–43.

Kurniati, P., Nursyamsiah, S., Barokah, A., & Saryono, S. (2025). Peran Strategis Media Massa dalam Mengungkap Kasus Pungli: Transparansi, Akuntabilitas, dan Pendidikan Antikorupsi dalam Tata Kelola Pemerintahan. Jurnal Citizenship Virtues, 5(1), 62–69. https://doi.org/10.37640/jcv.v5i1.2289

M Mughni Labib. (2025). Pesantren dan Tuduhan Feodalisme. 5–9.

Muh Fitrah, L. (2017). Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus (Cetakan Pe). CV. Jejak.

Muhammad Hajiji. (2025). Riset: Media sosial sarana penting menyebarkan dakwah dan pendidikan Islam. Uindatokrama.Ac.Id.

Muhammad Rufait Balya. (2025). Dianggap Feodal! Ini Cara Pesantren Mendidik dengan Nilai, Bukan Kuasa. Kumparan.Com.

Nurul Azizah. (2022). Analisis Framing Berita Fatwa MUI tentang Vaksin Covid-19 Jenis AstraZeneca di Media Online Kompas.com dan iNews.id Edisi Maret 2021. Jurnal Meyarsa, 3(2), 29–45.

Putra, R. A. A. (2025). Saat Adab Pesantren dituduh Feodalisme. Kumparan.Com.

Qornain, I. (2024). Fenomena Keagamaan Otoritarian dan Feodalisme Spiritual. The Qolumnist.

Rahmah, Suryanimusi, Saskia Indah Putri Hasan, Arya Eka Saputra, M Fakhrul Reza, I. (2025). Retorika komunikasi dakwah das’ad latif di youtube. Retorika: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 7(2), 157–166. https://doi.org/https://doi.org/10.47435/retorika.v7i2.4220

Rochimatun, S. (2023). Konstruksi perempuan dalam media perspektif dakwah (studi pada website Perempuanberkisah. id).

Syamsul Arifin. (2025). Santri, Kiai dan Pesantren di Tengah Sorotan Media. Times Indonesia.

Downloads

Published

09-01-2026

How to Cite

Nurul Azizah. (2026). Feodalisme Pesantren dalam Pemberitaan Media Massa: Analisis Framing Perspektif Dakwah. Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 7(1), 18–30. https://doi.org/10.51339/ittishol.v7i1.4612

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.